JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang pembacaan putusan (vonis) terhadap terdakwa Antasari Azhar, Kamis (11/2/2010), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyedot perhatian yang luar biasa besar dari publik dan media massa.
Ratusan pewarta baik cetak, elektronik dan online memenuhi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan guna mewartakan vonis dari mantan Ketua KPK. Kepadatan para perwarta ini pun menumpuk di ruang tahanan Antasari di PN Jakarta Selatan. Ratusan wartawan masing-masing berusaha mendekat dan mencoba mewawancarai pria asal Palembang ini.
Sempat terjadi kericuhan di antara para wartawan yang melakukan peliputan. Pasalnya salah seorang reporter televisi salah satu stasiun TV berita nasional tiba-tiba bisa masuk untuk menemui Antasari di tahanan. Sontak puluhan wartawan bereaksi keras terhadap reporter yang satu ini. Sebab tidak biasanya Antasari memperkenankan hanya satu media yang bisa meliputnya secara langsung dan dekat.
Mereka pun lantas berteriak minta agar Antasari bersikap adil pada semua wartawan. "Pak kok cuma dia yang boleh masuk. Semua dong pak harus adil," teriak salah satu wartawati.
Puluhan lainnya pun ikut menyahut dengan nada yang lebih keras. "Iya jangan sok eksklusif dong. Semua di sini sama. Keluar lu," teriak seorang fotografer.
Kericuhan ini pun lantas mencuri perhatian terdakwa lain di ruang tahanan di sebelahnya. Jerry Hermawan Lo yang berada di tahanan persis sebelah Antasari berusaha melongok ingin tahu apa yang terjadi di sebelah tahanannya.
Akibat diteriaki begitu, si reporter yang sudah terlanjur masuk pun keluar dari ruang Antasari. Dengan wajah tertunduk ia pun ngeloyor keluar dari ruang sidang tanpa mempedulikan wartawan lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang